LANNY JAYA - Di tengah bentangan alam Papua yang menantang, di mana akses terhadap layanan kesehatan seringkali menjadi mimpi di siang bolong, seberkas harapan hadir di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya. Pada Selasa, (7/4/2026), Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Sbh melalui Pos Tk Andugume membuka pintu pelayanan kesehatan gratis, menjangkau hati dan tubuh masyarakat yang selama ini berjuang melawan keterbatasan.
Kondisi geografis yang sulit dan minimnya fasilitas medis telah lama menjadi tembok penghalang bagi warga Andugume untuk mendapatkan perawatan yang layak. Namun, kehadiran para prajurit TNI ini bagai embusan angin segar, membawa kelegaan dan kepedulian yang mendalam. Dengan senyum dan dedikasi tulus, mereka memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, serta edukasi kesehatan dasar, menyentuh langsung denyut kehidupan warga.
Antusiasme terpancar jelas dari wajah-wajah warga yang berdatangan. Satu per satu, mereka menjalani pemeriksaan, membawa serta keluhan yang mungkin telah lama terpendam, berharap menemukan jalan menuju kesembuhan. Kehadiran para kesatria berbaju loreng ini bukan sekadar menawarkan layanan medis; mereka turut menanamkan rasa aman dan membuktikan bahwa kepedulian negara benar-benar hadir hingga ke pelosok negeri.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Melalui pelayanan kesehatan ini, kami ingin membantu meringankan beban warga sekaligus memberikan harapan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses layanan medis, ” ujar Kapten Inf Nur Ikhsan, Komandan Pos Tk Andugume, menekankan misi mulia di balik kegiatan ini.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana bukan menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pengabdian.
“Meski dengan fasilitas yang terbatas, kami tetap berupaya maksimal. Senyum dan kesehatan masyarakat adalah kebahagiaan bagi kami. Selama bertugas di sini, kami akan terus berusaha memberikan kontribusi nyata, ” tuturnya dengan penuh semangat.
Waros (45), salah seorang warga Kampung Andugume, tak mampu menutupi rasa syukurnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Biasanya kami harus menempuh perjalanan jauh untuk berobat. Dengan adanya bapak TNI di sini, kami bisa langsung mendapatkan pengobatan, ” ungkapnya, mewakili suara hati banyak warga.
Lebih dari sekadar mengobati fisik, kegiatan ini telah menenun benang-benang emosional yang kuat antara TNI dan masyarakat. Kehadiran Satgas Yonif 408/Sbh menjadi bukti nyata, simbol kepedulian negara yang tak kenal lelah menjangkau setiap sudut terpencil tanah air. Melalui aksi nyata ini, TNI kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan yang tak hanya menjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh rakyatnya, terutama di benteng terakhir negeri, pedalaman Papua. (PERS)
